Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

13 efek negatif Radiasi Ponsel

Dikutip dari DNAindia, berikut ini sejumlah dampak negatif yang bisa ditimbulkan akibat radiasi yang berlebihan dari ponsel dan menara BTS:

1. Resiko kanker otak pada anak-anak dan remaja meningkat 400 persen akibat penggunaan ponsel. Makin muda usia pengguna, makin besar dampak yang ditimbulkan oleh radiasi ponsel.

2. pada orang dewasa radiasi ponsel juga berbahaya. Penggunaan ponsel 30 menit/hari selama 10 tahun dapat meningkatkan risiko kanker otak dan acoustic neuroma (sejenis tumor otak yang bisa menyebabkan tuli).

3. Penggunaan ponsel yang berlebihan bisa menurunkan jumlah sperma hingga 30 persen.

4. Frekuensi radio pada ponsel bisa menyebabkan perubahan pada DNA manusia dan membentuk radikal bebas di dalam tubuh. Radikal bebas merupakan karsinogen atau senyawa yang dapat memicu kanker.


5. Frekuensi radio pada ponsel juga mempengaruhi kinerja alat-alat penunjang kehidupan (live saving gadget) seperti alat pacu jantung. Akibatnya bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

6. produksi homon stres kortisol meningkat pada penggunaan ponsel dalam durasi yang panjang. Peningkatan kadar stres merupakan salah satu bentuk respons penolakan tubuh terhadap hal-hal yang membahayakan kesehatan.

7. Medan elektromagnet di sekitar menara BTS dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya tubuh lebih sering mengalami reaksi alergi seperti ruam dan gatal-gatal.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

PRAKTIKUM KIE KESMAS 2013 : Better Sanitation = Better Future

 Masalah sanitasi di Indonesia tak bisa dipandang sebelah mata. Sanitasi yang buruk dan air minum yang tidak higenis bisa mempengaruhi kesehatan, khususnya pada anak-anak. Mereka menjadi rentan terkena penyakit seperti diare, polio, pneumonia, hingga penyakit kulit. Gangguan kesehatan ini juga lah yang paling banyak merengut nyawa anak-anak.

Tak perlu jauh-jauh melihat ke daerah terpencil, di kota Jakarta pun masih banyak sanitasi yang kurang layak. Berdasarkan catatan Joint Monitoring WHO/UNICEF (2010), lebih dari 63 juta orang buang air besar tidak pada tempatnya dan 46 rumah tangga belum memiliki fasilitas jamban yang memadai.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS